Di sudut Kota Bandung, terdapat kisah perjuangan seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang tak pernah menyerah oleh keadaan. Namanya Dika, seorang pelajar kelas 3 SMP yang sudah ditempa kehidupan jauh lebih keras dibandingkan anak-anak seusianya. Di saat banyak remaja menghabiskan waktu bermain atau belajar dengan tenang, Dika justru menghabiskan malam-malamnya di jalanan, berusaha menjajakan minuman susu fermentasi demi membantu keluarga kecilnya bertahan hidup.

Dika lahir dan tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ibunya bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja, dan ayahnya sehari-hari berjualan tahu keliling. Namun akhir-akhir ini, ayahnya jarang keluar berjualan karena motor yang digunakan untuk berkeliling rusak total, sehingga tidak dapat dipakai untuk mencari nafkah. Sementara kebutuhan tiga anak tetap harus dipenuhi — sekolah, makan sehari-hari, dan biaya rumah tangga.
Menyadari kondisi keluarganya, Dika menunjukkan kedewasaan yang luar biasa. Sepulang sekolah, ia tidak memilih beristirahat atau bermain. Ia langsung bersiap-siap: mengganti baju, mempersiapkan minuman dagangannya, lalu keluar rumah saat langit mulai gelap.

Setiap pukul 19.00, Dika mulai berkeliling ke titik-titik yang ramai di daerah Lengkong, Bandung. Dengan berjalan kaki atau menumpang angkot, ia menawarkan dagangannya kepada pengunjung, pedagang lain, atau warga sekitar. Ia terus berjualan hingga 01.00 dini hari, saat sebagian besar orang sudah terlelap tidur.
Dalam sehari, penghasilannya berkisar Rp40.000 hingga Rp80.000, itu pun belum dipotong modal. Keuntungannya hanya Rp2.500 per satu pack minuman. Uang itu Dika simpan dengan rapi untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dan membantu pendidikan adik-adiknya. Tidak sedikit pun ia gunakan untuk dirinya sendiri.
Di usia yang sangat muda, Dika sudah memikul beban yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawab seorang anak.
Keterbatasan bukan penghalang bagi Dika untuk berusaha. Sebelum berjualan minuman susu fermentasi, ia sudah mencoba beberapa usaha lain:
- Berjualan pindang
- Berjualan cireng
- dan berjualan minuman fermentasi
Ketekunannya tak terlepas dari kondisi rumah tangganya. Dika tinggal bersama ayah, paman, kedua adiknya, dan nenek dalam rumah sederhana yang sangat kecil. Mereka harus berdesak-desakan setiap hari dalam ruang yang sempit. Dapur tempat ayah Dika membuat tahu pun hanya dilengkapi peralatan seadanya.
Dengan melihat kondisi itu, Dika semakin yakin bahwa ia harus membantu ayahnya. Apalagi sang ayah masih memiliki pinjaman sebesar Rp3 juta yang digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Bahaya dan Risiko yang Mengintai
Berjualan hingga tengah malam bukan tanpa bahaya, apalagi untuk anak laki-laki berusia 15 tahun. Dika pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan — ia dipalak oleh seorang pengamen saat sedang berjualan sendirian. Karena takut, Dika hanya bisa membiarkan uang hasil jerih payahnya dirampas begitu saja.

Meski demikian, ia tetap bertahan dan tetap berjualan. Dika sadar bahwa kehadirannya di jalanan dibuat bukan oleh pilihan, tapi oleh keadaan keluarga yang menuntutnya lebih dewasa dari umurnya.
Padahal, jauh di dalam hatinya, Dika sangat ingin bermain bola, nongkrong dengan teman sebaya, atau menikmati masa-masa remajanya seperti anak-anak lain yang tidak harus memikirkan uang atau pendapatan.
Mimpi yang Tetap Dijaga Meski dalam Keterbatasan
Di balik perjuangannya, Dika tetap menyimpan impian untuk masa depannya. Ia pernah meraih prestasi dalam kegiatan pramuka dan membawa nama baik sekolahnya. Saat ini, ia ingin fokus mengembangkan kemampuan di bidang silat karena itu menjadi salah satu caranya meraih masa depan lebih baik.
Namun untuk membeli seragam silat saja, ia harus mencicil dari hasil berjualan malamnya. Kondisi ini tak membuat semangat Dika padam. Ia tetap bersyukur, tetap tersenyum, dan tetap percaya bahwa suatu hari nanti, hidupnya akan jauh lebih baik.
Dalam Program Semua Berhak Belajar
Melihat perjuangan Dika yang begitu kuat dalam keterbatasan, Ayo Kita Peduli menginisiasi penggalangan dana melalui program Spreading Kindness for Urban Poor — sebuah gerakan untuk membantu masyarakat miskin perkotaan yang rentan secara ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Campaign ini mengajak para Sobat Berdampak untuk membantu meringankan beban Dika dan keluarganya, agar ia bisa fokus pada pendidikan dan tumbuh seperti remaja lain tanpa harus berada di jalan hingga larut malam.
Alhamdulillah, melalui aksi kebaikan ini, dana telah terkumpul dan penyaluran bantuan sudah dilakukan oleh tim Ayo Kita Peduli.
Penyaluran Bantuan untuk Dika & Keluarga
1. Bantuan Pendidikan untuk Dika dan Adik
Agar Dika dapat fokus belajar dan terus berprestasi tanpa hambatan biaya, Ayo Kita Peduli menyalurkan:
- Perlengkapan sekolah
- Peralatan pendukung belajar
- Kebutuhan pendidikan adik
- Dukungan biaya tambahan terkait sekolah

Bantuan ini sangat membantu Dika untuk kembali memprioritaskan pendidikannya dan mengurangi beban pikiran mengenai biaya sekolah.
2. Bantuan Modal Usaha untuk Ayah Dika
Untuk membantu mengembalikan roda ekonomi keluarga, Ayo Kita Peduli juga menyalurkan:
- Modal usaha tahu agar ayah dapat kembali memproduksi dan berjualan
- Modal usaha baso bakar sebagai tambahan usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga

Dengan dukungan ini, ayah Dika kini memiliki kesempatan untuk kembali produktif dan berjualan seperti sebelumnya, sehingga Dika tidak perlu lagi keluar malam hingga dini hari.
Dampak Nyata dari Kebaikan Sobat Berdampak
Berkat bantuan yang diberikan, kini:
- Dika dapat fokus pada pendidikan dan cita-citanya
- Adik-adiknya mendapat dukungan sekolah yang memadai
- Ayahnya dapat kembali berjualan dan mencukupi kebutuhan rumah
- Risiko Dika berada di jalan malam dapat diminimalkan
- Keluarga memiliki sumber penghasilan yang lebih stabil
Kebaikan yang diberikan tidak hanya menyentuh sisi ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman, harapan, dan ruang bagi Dika untuk menjadi remaja yang tumbuh dengan semestinya.
Terima Kasih Sobat Berdampak
Ayo Kita Peduli mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, sahabat berdampak, dan masyarakat yang telah turut membantu Dika melalui campaign ini.
Kalian bukan hanya membantu meringankan beban biaya — kalian memberikan harapan baru, masa depan lebih cerah, dan kesempatan untuk hidup lebih layak bagi seorang anak yang tak pernah berhenti berjuang.
Teruslah menjadi bagian dari gerakan #BERDAMPAKBERDAYA, karena setiap kebaikan yang kita kirimkan akan kembali menjadi cahaya bagi mereka yang paling membutuhkan.
Semoga setiap amal dan sedekah yang diberikan menjadi pahala tanpa putus.