Di usia yang sudah menginjak 80 tahun, ketika sebagian orang menikmati masa istirahat, seorang lansia bernama Abah Ojak—atau yang akrab disapa Abah Otat—masih harus mengayuh sepeda tuanya setiap hari demi menyambung hidup.

Bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk sang istri tercinta yang kini tengah sakit dan membutuhkan perawatan.
25 Tahun Mengayuh Harapan
Selama lebih dari 25 tahun, Abah Ojak menjalani hidup sebagai penjual donat keliling. Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk menyiapkan adonan donat sendiri. Dengan penuh kesabaran, ia mengolah bahan demi bahan, sebelum akhirnya berangkat berjualan.

Dengan sepeda ontel tua yang sudah usang, Abah berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, menawarkan donat buatannya.
Namun seiring bertambahnya usia, perjalanan itu menjadi semakin berat. Sepeda yang ia gunakan sering rusak, bahkan pernah rantainya copot hingga membuat Abah terjatuh saat berjualan.
Meski demikian, Abah tetap melanjutkan perjalanannya. Karena baginya, berhenti berarti tidak ada penghasilan hari itu..

Hidup Sederhana dengan Beban Besar
Abah Ojak tinggal di sebuah kontrakan kecil berukuran 3×4 meter, yang hanya terdiri dari satu kamar dan kamar mandi tanpa dapur. Di tempat sederhana itulah ia tinggal bersama istrinya.
Kondisi sang istri sangat memprihatinkan. Ia mengalami rematik parah, sehingga tidak bisa berjalan jauh tanpa bantuan tongkat. Bahkan untuk sekadar duduk pun harus dibantu.
Dalam kondisi tersebut, Abah menjadi satu-satunya penopang keluarga.
Ia tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga:
- Memasak
- Mencuci
- Membersihkan rumah
- Merawat istrinya setiap hari
Semua dilakukan sendiri, di usia yang sudah sangat renta.
Ujian yang Tak Kunjung Usai
Perjalanan hidup Abah Ojak tidak pernah mudah.
Ia pernah:
- Ditipu oleh pembeli yang membawa kabur uang hasil dagangannya
- Mengalami penurunan penghasilan saat musim hujan karena dagangan tidak laku
- Menghadapi kerusakan sepeda yang menjadi satu-satunya alat mencari nafkah
Kini, Abah juga harus menghadapi kenyataan pahit:
- Menunggak biaya kontrakan
- Menunggak listrik
- Tidak mampu membawa istrinya berobat secara rutin karena tidak memiliki BPJS
Namun di tengah semua itu, Abah tidak pernah berhenti berusaha.
Harapan Sederhana Seorang Suami
Di balik semua kelelahan, Abah Ojak memiliki harapan yang sangat sederhana:
Ia ingin bisa berjualan tanpa harus berkeliling jauh.
Ia ingin memiliki lapak atau usaha tetap agar lebih aman dan ringan untuk dijalani.
Dan yang paling penting, ia ingin bisa membawa istrinya berobat secara rutin agar kondisinya membaik.
Harapan sederhana, namun begitu sulit ia wujudkan sendiri.
Gerakan Kebaikan untuk Abah Ojak
Melihat perjuangan Abah Ojak, Ayo Kita Peduli melalui program Semua Berhak Nyaman & Semua Berhak Sehat mengajak masyarakat untuk membantu Abah dan istrinya mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Alhamdulillah, berkat dukungan para #Sobatberdampak, bantuan telah terkumpul dan disalurkan secara bertahap.
Tahapan Penyaluran Bantuan
1. Penyaluran Tahap 1 — Kebutuhan Pokok & Santunan Tunai
Bantuan awal diberikan berupa:
- Kebutuhan pokok
- Santunan tunai
Untuk membantu memenuhi kebutuhan harian Abah dan istrinya.

2. Penyaluran Tahap 2 — Pemeriksaan Kesehatan untuk Istri
Bantuan berupa:
- Pemeriksaan kesehatan untuk istri Abah
Sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan dan memberikan penanganan yang dibutuhkan.

3. Penyaluran Tahap 3 — Modal Usaha Donat
Ayo Kita Peduli membantu:
- Modal usaha donat
Kini, Abah tidak lagi harus berkeliling. Ia beralih menjadi supplier donat, sehingga dapat bekerja dengan lebih ringan dan aman sesuai kondisi fisiknya.


4. Penyaluran Tahap 4 — Kebutuhan Pokok, Santunan & Cek Kesehatan
Bantuan lanjutan berupa:
- Kebutuhan pokok
- Santunan tunai
- Pemeriksaan kesehatan untuk Abah


Untuk menjaga kondisi kesehatan dan stabilitas kehidupan sehari-hari.
5. Penyaluran Tahap 5 — Modal Usaha Warung Ayam Goreng
Sebagai penguatan ekonomi, diberikan:
- Modal usaha warung ayam goreng
Harapannya, usaha ini dapat menjadi tambahan penghasilan dan membantu Abah memutar roda perekonomian keluarga secara lebih stabil.



6. Penyaluran Tahap 6 — Kebutuhan Pokok & Santunan Tunai
Sebagai pendampingan lanjutan:
- Bantuan kebutuhan pokok
- Santunan tunai
Untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Perubahan yang Mulai Terlihat
Berkat bantuan dari para donatur, perlahan kehidupan Abah Ojak mulai berubah:
- Tidak lagi harus berkeliling dengan sepeda tua setiap hari
- Memiliki usaha yang lebih stabil sebagai supplier donat
- Memiliki tambahan usaha untuk menopang ekonomi
- Istrinya mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan
- Beban hidup sedikit demi sedikit berkurang
Kini, Abah bisa menjalani hari-harinya dengan lebih tenang, tanpa harus memaksakan tubuhnya yang renta.
Terima Kasih #OrangBaik
Ayo Kita Peduli mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah membantu Abah Ojak.
Kalian telah menjadi alasan Abah tetap kuat.
Kalian telah menghadirkan harapan di tengah kelelahan.
Apa yang kalian berikan bukan hanya bantuan, tetapi juga ketenangan dan harapan hidup bagi Abah dan istrinya.
Semoga setiap kebaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Mari terus bersama dalam gerakan #BERDAMPAKBERDAYA, karena setiap orang berhak menikmati masa tua dengan lebih nyaman, sehat, dan bermartabat.