Program Semua Berhak Nyaman & Semua Berhak Sehat – Ayo Kita Peduli
Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, ada sosok lansia yang tetap berjalan pelan menyusuri jalanan dari pagi hingga sore hari. Namanya Abah Putra. Di usia senja, ketika sebagian orang menikmati masa istirahat, Abah justru masih harus berjuang demi menyambung hidup keluarganya.

Dengan membawa dagangan sederhana berupa pisau cukur seharga Rp5.000, Abah berkeliling menawarkan dagangannya. Dari setiap penjualan, keuntungan yang ia dapatkan sangat kecil. Dalam sehari, ia hanya mampu membawa pulang sekitar Rp30.000 hingga Rp60.000 — jumlah yang harus cukup untuk makan bersama istri dan anaknya.
Namun di balik perjuangan itu, Abah menghadapi ujian hidup yang jauh lebih berat dari sekadar keterbatasan ekonomi.

Cobaan yang Datang Bertubi-tubi
Kehidupan Abah Putra tidak hanya dihimpit kemiskinan, tetapi juga ujian keluarga yang begitu berat.
Istri tercintanya mengalami gangguan kejiwaan akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Sudah empat kali ia dibawa ke rumah sakit jiwa, namun hingga saat ini kondisinya belum stabil sepenuhnya.
Setiap hari, Abah harus menjaga istrinya dengan penuh kesabaran. Ia bahkan harus menyembunyikan benda-benda tajam di rumah, karena khawatir istrinya melukai diri sendiri.
Di saat yang sama, Abah juga harus tetap keluar rumah untuk berjualan, meski hatinya tidak pernah tenang meninggalkan istrinya dalam kondisi seperti itu.
Penglihatan yang Semakin Memudar
Cobaan Abah tidak berhenti di situ. Ia juga mengidap katarak di mata kiri, membuat penglihatannya semakin kabur. Dunia yang ia lihat tidak lagi jelas, namun langkahnya tetap ia paksakan.

Dengan kondisi tersebut, setiap langkah Abah di jalanan penuh risiko. Namun ia tidak punya pilihan lain.
Baginya, berhenti berjualan berarti tidak ada makanan untuk hari itu.
Anak yang Ikut Menanggung Dampak
Kesulitan ekonomi keluarga turut berdampak pada masa depan anaknya. Sang anak harus berhenti dari sekolah formal karena mengalami bullying. Kini, ia hanya bisa mengikuti sekolah paket yang diadakan seminggu sekali.
Di usia yang seharusnya menjadi masa belajar dan berkembang, anak Abah harus ikut merasakan beratnya kehidupan keluarga.
Hidup Menumpang dan Penuh Keterbatasan
Saat ini, Abah Putra dan keluarganya tinggal menumpang di rumah mertua, bersama tiga keluarga lainnya dalam satu rumah. Ruang yang sempit harus dibagi bersama, tanpa privasi dan kenyamanan yang layak.
Abah tidak mampu menyewa kontrakan. Bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari pun sering kali harus berutang ke warung tetangga.
Dalam kondisi seperti ini, satu hari tanpa berjualan berarti satu hari tanpa makan.
Harapan Sederhana Seorang Abah
Di tengah segala keterbatasan dan tekanan hidup, Abah Putra hanya memiliki satu harapan sederhana:
memiliki usaha yang bisa dijalankan dari rumah, agar ia bisa tetap mencari nafkah sambil merawat istrinya dengan lebih baik.
Harapan itu menjadi titik awal hadirnya kebaikan dari para #OrangBaik.
Gerakan Kebaikan untuk Abah Putra
Melalui program Semua Berhak Nyaman dan Semua Berhak Sehat, Ayo Kita Peduli mengajak masyarakat untuk membantu Abah Putra bangkit dari keterpurukan.
Alhamdulillah, berkat dukungan para donatur, dana berhasil terkumpul dan bantuan telah disalurkan secara bertahap untuk memberikan dampak yang berkelanjutan bagi Abah dan keluarganya.
Tahapan Penyaluran Bantuan
1. Penyaluran Tahap 1 — Modal Usaha, Kebutuhan Pokok & Santunan Tunai
Pada tahap awal, Ayo Kita Peduli menyalurkan:
- Tambahan modal usaha
- Paket kebutuhan pokok
- Santunan tunai
Bantuan ini membantu Abah memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat usahanya agar tetap berjalan.

2. Penyaluran Tahap 2 — Bantuan Kebutuhan Pokok
Bantuan kebutuhan pokok kembali disalurkan untuk memastikan keluarga Abah tetap memiliki akses terhadap makanan dan kebutuhan harian.

3. Penyaluran Tahap 3 — tambahan modal usaha dan lapak
Pada tahap ini, bantuan diberikan untuk menjaga stabilitas kondisi ekonomi keluarga di tengah situasi yang masih sulit.

4. Penyaluran Tahap 4 — Modal Usaha Baru (Jualan Pakaian di Jongko Mall)
Sebagai upaya meningkatkan penghasilan dan mengurangi risiko berjualan keliling dengan kondisi penglihatan terbatas, Ayo Kita Peduli membantu Abah:
- Berpindah usaha dari jualan pisau cukur ke usaha pakaian
- Menyediakan modal usaha untuk berjualan di jongko mall
Dengan usaha baru ini, Abah tidak lagi harus berjalan jauh berkeliling. Ia bisa berjualan di tempat yang lebih aman dan stabil.

5. Penyaluran Tahap 5 — Biaya Sewa Kontrakan, Kebutuhan Pokok & Santunan Tunai
Tahap akhir menjadi langkah besar bagi kehidupan Abah:
- Bantuan biaya sewa kontrakan
- Kebutuhan pokok
- Santunan tunai
Kini, Abah dan keluarganya tidak lagi harus tinggal berdesakan. Mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Dampak Nyata dari Kebaikan
Perubahan besar kini dirasakan oleh Abah Putra dan keluarganya:
- Memiliki tempat tinggal yang lebih layak
- Memiliki usaha yang lebih stabil dan aman
- Beban ekonomi berkurang secara signifikan
- Abah bisa lebih fokus merawat istrinya
- Keluarga memiliki harapan baru untuk masa depan
Kebaikan yang diberikan bukan hanya membantu hari ini, tetapi membuka jalan untuk kehidupan yang lebih baik ke depan.
Terima Kasih #Sobatberdampak
Ayo Kita Peduli mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah membantu Abah Putra.
Kalian telah menjadi alasan di balik senyum yang kembali hadir di keluarga ini.
Kalian telah menjadi harapan di tengah keterbatasan.
Apa yang bagi kita mungkin sederhana, bagi Abah Putra adalah penyelamat kehidupan.
Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dan menjadi bukti bahwa masih banyak hati baik yang peduli terhadap sesama.
Mari terus bersama dalam gerakan #BERDAMPAKBERDAYA, karena setiap orang berhak untuk hidup lebih nyaman, sehat, dan bermartabat.